Arsip

Archive for the ‘pemprograman’ Category

Source Code C++ : Menentukan Bilangan Terbesar dari 3 Buah Bilangan

Oktober 4, 2011 Tinggalkan komentar

ini adalah Coding C++ untuk menentukan bilangan tyerbesar dari 3 bilangan.

#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main()
{
   int a, b, c;
   cout<<“Masukkan Nilai Bilangan a : “;
   cin>>a;
   cout<<“Masukkan Nilai Bilangan b : “;
   cin>>b;
   cout<<“Masukkan Nilai Bilangan c : “;
   cin>>c;
   cout<<endl;
   if (a > b)
         if (a > c)
         cout<<a<<” Lebih Besar Dari “<<c<<” dan “<<b<<endl;
      else
         cout<<c<<” Lebih Besar Dari “<<a<<” dan “<<b<<endl;
   else
         if (b > c)
         cout<<b<<” Lebih Besar Dari “<<a<<” dan “<<c<<endl;
      else
         cout<<c<<” Lebih Besar Dari “<<a<<” dan “<<b<<endl;
   getch();

}

ref:http://blogger-dot-blogspot.blogspot.com/2011/04/source-code-c-menentukan-bilangan.html

 

atuuuuu

#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <stdio.h>

void main()
{
float bil1, bil2, bil3;

cout<<“masukan bilangan pertama : “;
cin>> bil1;
cout<<“masukan bilangan kedua   : “;
cin>> bil2;
cout<<“masukan bilangan ketiga  : “;
cin>> bil3;

if ((bil1>bil2) && (bil1>bil3))
{
cout<<“Jadi bilangan yang terbesar adalah bilangan pertama : “<<bil1;
}
else if ((bil2>bil1) && (bil2>bil3))
{
cout<<“Jadi bilangan yang terbesar adalah bilangan kedua   : “<<bil2;
}
else
{
cout<<“Jadi bilangan yang terbesar adalah bilangan ketiga  : “<<bil3;
}
getch();
}

Kategori:pemprograman Tag:, ,

Sekilas Tentang Algoritma Genetika dan Aplikasinya pada Optimasi Jaringan Pipa Air Bersih

Juni 13, 2011 Tinggalkan komentar

1. Apakah Algoritma Genetika (Genetic Algorithm, GA)?

Algoritma Genetika pada dasarnya adalah program komputer yang mensimulasikan proses evolusi. Dalam hal ini populasi dari kromosom dihasilkan secara random dan memungkinkan untuk berkembang biak sesuai dengan hukum-hukum evolusi dengan harapan akan menghasilkan individu kromosom yang prima. Kromosom ini pada kenyataannya adalah kandidat penyelesaian dari masalah, sehingga bila kromosom yang baik berkembang, solusi yang baik terhadap masalah diharapkan akan dihasilkan.

Algoritma Genetika ini banyak dipakai pada aplikasi bisnis, teknik maupun pada bidang keilmuan. Algoritma ini dapat dipakai untuk mendapatkan solusi yang tepat untuk masalah optimal dari satu variabel atau multi variabel. Sebelum algoritma ini dijalankan, masalah apa yang ingin dioptimalkan itu harus dinyatakan dalam fungsi tujuan, yang dikenal dengan fungsi fitness. Jika nilai fitness semakin besar, maka sistem yang dihasilkan semakin baik. Walaupun pada awalnya semua nilai fitness kemungkinan sangat kecil (karena algoritma ini menghasilkannya secara random), sebagian akan lebih tinggi dari yang lain. Kromosom dengan nilai fitness yang tinggi ini akan memberikan probabilitas yang tinggi untuk bereproduksi pada generasi selanjutnya. Sehingga untuk setiap generasi pada proses evolusi, fungsi fitness yang mensimulasikan seleksi alam, akan menekan populasi kearah fitness yang meningkat.

Algoritma genetika sangat tepat digunakan untuk penyelesaian masalah optimasi yang kompleks dan sukar diselesaikan dengan menggunakan metode yang konvensional. Sebagaimana halnya proses evolusi di alam, suatu algoritma genetika yang sederhana umumnya terdiri dari tiga operator yaitu:  operator reproduksi, operator crossover (persilangan) dan operator mutasi. Struktur umum dari suatu algoritma genetika dapat didefinisikan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Membangkitkan populasi awal, Populasi awal ini dibangkitkan secara random sehingga didapatkan solusi awal. Populasi itu sendiri terdiri dari sejumlah kromosom yang merepresentasikan solusi yang diinginkan.
  2. Membentuk generasi baru, Dalam membentuk digunakan tiga operator yang telah disebut di atas yaitu operator reproduksi/seleksi, crossover dan mutasi. Proses ini dilakukan berulang-ulang sehingga didapatkan jumlah kromosom yang cukup untuk membentuk generasi baru dimana generasi baru ini merupakan representasi dari solusi baru.
  3. Evaluasi solusi, Proses ini akan mengevaluasi setiap populasi dengan menghitung nilai fitness setiap kromosom dan mengevaluasinya sampai terpenuhi kriteria berhenti. Bila kriteria berhenti belum terpenuhi maka akan dibentuk lagi generasi baru dengan mengulangi langkah 2. Beberapa kriteria berhenti yang sering digunakan antara lain:
  • Berhenti pada generasi tertentu.
  • Berhenti setelah dalam beberapa generasi berturut-turut didapatkan nilai fitness tertinggi tidak berubah.
  • Berhenti bila dalam n generasi berikut tidak didapatkan nilai fitness yang lebih tinggi.

Pada uraian berikut penulis mencoba membahas aplikasi algoritma genetika pada bidang sistem distribusi air bersih, karena selama ini penulis bekerja pada konsultan dalam bidang sistem air bersih, dan penulis menguasai sedikit tentang masalah ini.

2. Aplikasi Optimasi GA pada Sistem Jaringan Pipa Air Bersih

Dalam sistem air bersih aplikasi GA umumnya dapat digunakan dalam kalibrasi model hidrolis jaringan pipa dan optimasi perencanaan jaringan baru atau pengembangan jaringan untuk mendapatkan harga pipa yang paling murah dengan memilih diameter pipa dengan harga yang paling ekonomis tetapi tetap mememenuhi kriteria hidrolis yang ditentukan (misalnya: sisa tekan pada titik sadap minimal 30m). Sebagai contoh dalam optimasi jaringan dengan GA, kita dapat mengasumsikan diameter pipa yang akan dipilih sebagai kromosom dan dikodekan kedalam kode string biner. Contohnya adalah sebagai berikut:

Kode Biner Diameter Pipa (“) Harga Unit
0000 1 2
0001 2 5
0010 3 8
0011 4 11
0100 5 16
0101 8 23
0110 10 32
0111 12 60
1000 14 60
1001 16 90
1010 18 130
1011 20 170
1100 22 300
1101 24 500

Maka kita akan mendapat urutan string biner sebagai berikut :

String biner :

0000 0001 0010 0011 0100 0101 0110 0111 1000 1001 1010 1011 1100 1101

Selanjutnya kita melakukan proses iterasi evolusi GA pada string biner kromosom ini, mengubah diameter pipa pada jaringan, lalu mengetes hasilnya pada program simulator hidrolis (mis: Epanet) dan diulang sampai kriteria berhenti pada evaluasi solusi tercapai.

Optimasi GA adalah alat yang ampuh yang dapat digunakan oleh pengelola air bersih dan konsultan untuk membantu mencari solusi yang mendekati optimal pada masalah perencanaan, perancangan dan operasi sistem air bersih. Optimasi GA tidak seharusnya dilihat sebagai pendekatan yang bersaing dengan analisa simulasi tradisional. Tetapi GA adalah langkah lanjutan dari analisa simulasi dimana dengan penggunaan GA akan didapat penghematan biaya 20% – 30%.

Dibawah ini akan kita lihat bagaimana GA dapat ditempatkan dalam proses studi dengan melihat langkah-langkah studi simulasi tradisional dan langkah-langkah dalam analisis optimasi GA:

2.1. Langkah-langkah pada Pendekatan Simulasi Tradisional

Pada umumnya langkah-langkah pada master plan distribusi air bersih adalah sebagai berikut:

Langkah 1 – Pembuatan model sistem eksisting menggunakan EPANET, ALEID, H2ONet, MIKENet, KYPIPE, WaterCAD, dll.

Langkah 2 – Kalibrasi model berdasarkan pengukuran lapangan.

Langkah 3 – Tentukan kebutuhan air di masa yang akan datang yang harus dicapai dan disain dan kriteria kinerja yang harus dipenuhi.

Langkah 4 – Tambahkan pipa, reservoar, pompa dan valve pada sistem dan jalankan simulasi untuk melihat apakah simulasi dapat bekerja.

Langkah 5 - Lanjutkan penyesuaian peningkatan yang diusulkan dengan cara coba-coba sampai ditemukan solusi yang tepat (atau limit biaya telah terlampaui).

2.2. Langkah-langkah yang diperlukan dalam aplikasi Optimasi GA

Optimasi GA masuk ke dalam proses setelah langkah 1,2 dan 3 selesai. Dari pada menggunakan cara pendekatan coba-coba (trial-and-error) untuk evaluasi hasil solusi satu persatu pada langkah 4 dan 5, otomatisasi GA digunakan untuk mengidentifikasi biaya termurah, yang mendekati solusi optimal sebagai berikut:

Langkah 4 – Identifikasikan pilihan yang memungkinkan untuk pengadaan baru atau rehab dari pipa, reservoar, pompa dan valve dan pilihan operasi.

Langkah 5 – Formulasikan rutin GA untuk variabel-variabel dari keputusan tersebut.

Langkah 6 – Hubungkan model hidrolis pada rutin GA.

Langkah 7 – Lakukan dan jalankan GA dan dapatkan masukan dan arah dari ahli hidrolis.

Langkah 8 – Finalisasikan alternatif yang dihasilkan dan verifikasi.

Pada umumnya langkah 5, 6, dan 7 telah tercakup dalam software aplikasi optimasi GA, sehingga lebih memudahakan untuk pengguna. Dengan demikian optimasi GA dengan mudah diintegrasikan pada proses studi pada tahap evaluasi alternatif. Data dan informasi yang dibutuhkan oleh GA sama persis dengan data yang dibutuhkan oleh engineer dalam menggunakan analisis simulasi.

Analisa GA membutuhkan:

  • Sistem simulasi model hidrolis
  • Daftar elemen (pipa, reservoar, pompa, valve) dan pilihan operasional yang seharusnya dipertimbangkan sebagai opsi dalam perencanaan
  • Harga dari tiap elemen yang dipakai
  • Daftar dari kriteria disain dan kinerja sisteim yang harus dicapai

Untuk mendapat gambaran tentang penerapan aplikasi ini penulis telah membuat aplikasi demo untuk penerapan dalam optimasi jaringan pipa air bersih. Tampilannya dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Setelah aplikasi dijalankan (tekan tombol Optimasi) akan telihat diameter pipa berubah misalnya pada pipa nomor 7 rancangan awal diameter pipa 14″ berubah menjadi 10″, pada pipa nomor 8 pipa diameter 8″ tenyata cukup digunakan 1″ saja. Biaya juga menurun dari 501.000 unit menjadi 419.000 unit saja dengan penghematan biaya 16,4%. Anda juga dapat lebih menurunkan biaya dengan menurunkan nilai Minimal sisa tekan (dalam meter), standar di Indonesia biasanya 10 – 15m saja.

Aplikasi demonya dapat anda download disini.

3. Aplikasi pada bidang lain

Telah lebih dari 10-15 tahun GA digunakan dalam lingkungan aplikasi yang luas, seperti :

  • Disain jaringan listrik tegangan tinggi, penjadwalan konstruksi, management investasi.
  • Dalam bidang lain seperti: disain sirkuit terintegrasi (IC) untuk mendapatkan ukuran yang lebih kecil, perancangan mesin turbin gas untuk mendapatkan penggunaan bahan bakar yang effisien pada pesawat udara, perencanaan jaringan kabel filber optik.
  • dll.

Sumber blog: http://www.bimacipta.com/ga.htm

Kategori:pemprograman Tag:, , ,

Tentang DOM di Javascript

April 22, 2011 Tinggalkan komentar

Setelah banyak menulis artikel tentang PHP, saya akan coba menulis tentang Javascript. Bukannya jenuh menulis tentang PHP, namun ada beberapa konsep dalam Javascript yang sedikit-sedikit saya kuasai meskipun tidak canggih-canggih amat sih :-) , sekaligus sedikit refreshing dengan sharing ilmu baru he.. 3x

Dalam artikel ini saya akan coba bahas mengenai DOM di Javascript. DOM di sini merupakan singkatan dari Document Object Model. DOM adalah standard atau platform terbaru dari W3C (World Wide Web Consortium) yang memungkinkan untuk mengakses dan mengupdate dokumen HTML secara dinamis. Tidak hanya konten dokumen saja yang bisa diakses dan diupdate dengan DOM namun juga struktur beserta stylenya.

Untuk menjembatani HTML dengan DOM, di dalam Javascript sudah mulai mendukung platform DOM ini.

Konsep DOM dalam Javascript adalah memandang elemen dokumen sebagai suatu object. Seperti halnya konsep OOP, object ini bisa memuat method dan properties. Selanjutnya untuk pemrosesan object-object dalam dokumen HTML menggunakan method dan properties tersebut.

Sebagai gambaran aplikasi yang menggunakan DOM, perhatikan contoh dokumen HTML berikut ini

<html>
<head>
<script type="text/javascript" src="script.js"></script>
</head>
<body>
   <h1>Ubah Warna Halaman dengan DOM</h1>
   <input type="button" name="merah" onclick="ubahMerah()" value="Ubah Jadi Merah" />
   <input type="button" name="merah" onclick="ubahKuning()" value="Ubah Jadi Kuning" />
   <input type="button" name="merah" onclick="ubahHijau()" value="Ubah Jadi Hijau" />
</body>
</html>

Dokumen HTML di atas mengincludekan Javascript yang terletak dalam file script.js

script.js

function ubahMerah()
{
   document.body.style.backgroundColor="red";
}

function ubahKuning()
{
   document.body.style.backgroundColor="yellow";
}

function ubahHijau()
{
   document.body.style.backgroundColor="green";
}

OK.. dalam contoh ini, kita akan membuat aplikasi yang memungkinkan user untuk dapat mengubah warna background melalui tombol-tombol yang disediakan. Untuk mengimplementasikan hal ini kita akan menggunakan DOM.

Dalam halaman HTML terdapat tiga buah tombol untuk mengubah warna yaitu tombol pertama untuk mengubah warna background menjadi merah, tombol kedua untuk mengubah menjadi kuning dan hijau untuk yang ketiga.

Pada tombol pertama, diberikan event onclick yang selanjutnya akan memanggil function ubahMerah(). Maksudnya adalah bila tombol ini diklik maka akan mentrigger function ubahMerah(). Hal yang sama juga diberikan pada tombol kedua dan ketiga.

Now.. let’s see the inside of Javascript.

Kita lihat function ubahMerah(). Dalam function ini terdapat perintah

document.body.style.backgroundColor="red";

Perintah tersebut digunakan untuk mengubah style warna background pada dokumen. Untuk mengubah warna background dokumen dengan konsep DOM, kita menggunakan object ‘document’.

Karena pada dasarnya apa yang tampil pada jendela browser adalah bagian body pada dokumen HTML, maka kita akses properti ‘body’. Selanjutnya… kita akan mengubah style body khususnya pada warna background. Untuk mengubahnya kita akses properti ‘style.backgroundColor’.

Konsep yang sama kita terapkan pada function ubahKuning() dan ubahKuning().

Anda dapat mengetahui lebih dalam tentang konsep DOM ini dengan mempelajari beberapa object-object yang lain, serta method dan properti apa saja yang dapat Anda gunakan. Saya sangat merekomendasikan W3Schools.com untuk tempat belajar konsep DOM ini. Untuk lebih jelasnya, silakan kunjungi http://www.w3schools.com/HTMLDOM.

Kategori:pemprograman Tag:

Cara Membuat File Download d Blog

April 4, 2011 Tinggalkan komentar

Artikel ini diperuntukkan bagi para pemula yang ingin membuat file download dari blog. Adakalanya kita mempunyai file document, excel, photo, lagu atau segala macam file yang ingin kita bagi-bagikan kepada pengunjung. Atau bisa juga kalau profesi kita sebagai dosen tapi tidak berada ditempat ( misalnya dosen terbang ), bisa menggunakan fasilitas ini untuk membagi-bagikan materi perkuliahan yang mana masing-masing siswa dapat mendownload lewat internet.

Ada beberapa vendor yang menyediakan secara gratis untuk penyimpanan file yang akan Anda share tersebut, walaupun kapasitasnya dibatasi tapi kalau sekedar untuk file-file dokumen saya kira lebih dari cukup, kalau kapasitasnya ingin di upgrade juga bisa, tapi tidak gratis lagi.

Vendor-vendor yang menyediakan untuk keperluan ini adalah boxnet, 4share, rapidshare, ziddu dan banyak lagi lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Disini saya akan beri contoh untuk membuat download file lewat boxnet, dan blognya menggunakan wordpress.

Boxnet dalam versi gratis mempunyai keterbatasan, yaitu tidak bisa menyimpan file mp3, tapi kalau tujuan Anda untuk itu bisa menggunakan 4Share, ziddu ( yang ini banyak iklannya, jadi aksesnya lamban), rappidshare ( kadar sering error ).

Pertama kali Anda masuk situs http://box.net, seperti biasanya Anda harus mendaftar terlebih dahulu disini ( regitrasi ).

Cara regitrasi sangat mudah, jadi ikuti saja terus petunjuknya, setelah sukses regitrasi Anda harus login dengan nama dan password yang telah Anda daftarkan waktu regitrasi.

Display yang muncul sbb :

sharefile1

Disini Anda bisa membuat folder baru, dan untuk menambah file yang akan di upload tinggal klik kanan pilih menu upload files, gambar yang mucul sbb :

sharefile21

Klik tombol tombol Add files, pilih file-file Anda yang ingin di upload dan kumpulkan di box tersebut, setelah selesai baru tekan tombol Upload. Tunggu proses sampai selesai setelah itu pilih ( klik ) tulisan share.

sharefile31

Untuk boxnet sampai disini saja, sekarang buka postingan di blog Anda sendiri

sharefile4

tulisan dipostingan silakan di blok seperti diatas dan tekan tombol link ;

sharefile5

 

Pada URL Taut isikan url file Anda yang ada di boxnet tadi, setelah selesai tekan tombol sisipkan;

Sampai disini sudah selesai, silakan mencoba.

note : untuk vendor lain langkah-langkahnya hampir ada kesamaan, yang penting Anda mendapatkan URL nya.

Kategori:pemprograman Tag:, ,

Cara Format Penomoran Berbeda

April 4, 2011 Tinggalkan komentar

Tutorial ini akan membahas cara untuk membuat penomoran halaman yang berbeda dalam suatu dokumen. Meskipun tutorial ini menggunakan MS Word 2003, namun langkah-langkahnya secara umum dapat digunakan untuk Word, maupun software pengolah kata lainnya versi lainnya.

Sebagai contoh kita akan membuat suatu dokumen dengan ketentuan penomoran halaman sebagai berikut :

  • Sebagai footer (berada di bawah halaman) pada bagian tengah untuk halaman pertama pada setiap bab
  • Sebagai header (berada di atas halaman) pada bagian kanan untuk halaman berikutnya

seperti terlihat pada Gambar 1.

image

Gambar 1

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membedakan header/footer pada halaman pertama setiap section dengan mengklik File-Page Setup dan memilih tab Layout, kemudian beri tanda centang pada Different First Page.

image

Gambar 2

Sebelum kita menyisipkan nomor halaman, hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan suatu dokumen adalah perlunya setiap dokumen dibagi menjadi beberapa bagian atau section. Cara pembagian dokumen tergantung kebutuhan, misalnya untuk contoh ini kita akan membagi dokumen berdasarkan bab, jadi section 1 untuk bab 1, section 2 untuk bab 2, dan seterusnya. Caranya adalah pada halaman terakhir suatu bab klik Insert-Break, kemudian pilih Next page untuk Section break types. Anda juga bisa memilih Even page untuk “memaksa” section berikutnya dimulai pada halaman genap ataupun Odd Page untuk halaman ganjil.

image

Gambar 3

Setelah kita bagi dokumen kita menjadi beberapa section berdasarkan jumlah bab, kita sisipkan nomor halaman untuk selain halaman pertama setiap bab dengan mengklik Insert-Page Number, pilih Top of page (Header) untuk Position dan Right untuk Alignment. Perhatikan bahwa kita tidak mencentang Show number on first page karena akan membuat penomoran halaman yang berbeda untuk halaman pertama setiap bab.

image

Gambar 4

Kita kemudian menuju halaman pertama bab/section (boleh section berapa saja), kemudian kita set nomor halamannya melalui pengaturan footer dengan mengklik View-Header and Footer kemudian klik pada Switch Between Header and Footer pada Header and Footer toolbar untuk menuju First Page Footer.

image

Gambar 5

Langkah berikutnya adalah menyisipkan nomor halaman dengan mengklik Insert Page Number pada Header and Footer toolbar. Kemudian untuk membuat posisi tengah klik tombol Center pada Formatting toolbar.

image

Gambar 6

Gambar 7 menunjukkan contoh hasil penomoran halaman yang telah kita lakukan.

image

Gambar 7

Ganti Domain blogspot.com menjadi co.cc

Maret 30, 2011 Tinggalkan komentar

Untuk memasukkan domain ini ke dalam blogger atau blogspot, kita perlu sedikit settingan baik itu di domainnya maupun di blogger. Karna setelah kita setting domain co.cc ini di blogger, pihak blogger tidak akan mengapprove permintaan kita apabila data yang diperoleh oleh pihak bloggernya tidak valid.

Bagaimana cara mensetting domain ini agar blog kita yang dulunya,….
http://www.namablog.blogspot.com menjadi www.namablog.co.cc

sebelum mengikuti langkah di bawah ini daftarkan dahulu domain anda disini

* pertama check dan daftarkan alamat domain yg kamu inginkan di menu “Getting A Domain” lalu isikan alamat domain yang kamu inginkan di kolom yang disediakan, apabila nama domain kamu berhasil belum pernah dipake ma orang lain..segera lanjutkan ke “Continue to registration”. lalu “Set Up”

* pada kolom “Set Up” kamu pilih yang “Zone Record”, nanti di “Zone Record” terdapat 4 kolom yang harus kamu isi…

* Untuk kolom 1 yaitu “Host” kamu isi dengan alamat domain yang tadi kamu daftarkan misalnya “www.namablog.co.cc”. dan jangan lupa harus ditambahkan “www”.

* Untuk kolom 2 yaitu “TTL” jangan disentuh(he3..), biarkan saja apa adanya..
* Untuk kolom 3 yaitu “Type” kamu pilih saja yang “CNAME”..
* dan untuk kolom yg terakhir yaitu “Value” kamu isikan saja “ghs.google.com”
* klo sudah, “Klik Set Up”..
Biar g bingung, coba liat gambar di bawah ini :

Tugas di domainnya dah beres..nah sekarang selanjutnya tugas kita yaitu mensinergikan antara blogger dengan domain co.cc agar permintaan kita bisa diproses, caranya yaitu:

* Log in dulu di blogger

* Masuk ke menu “Setting / Pengaturan” lalu pilih “Publishing / Publikasikan”.

* Kemudian kamu pilih “Switch to : Custom Domain / Berpindah Ke : Domain Kustom”.

* Klo sudah, kamu pilih yang “Already own a domain? Switch to advanced settings / Beralih Ke Pengaturan Lanjut”.

* Terakhir, isikan alamat domain kamu yang co.cc di kotak “Your Domain / Domain Anda”..dan jangan lupa alamat depannya pake “www”.

* Untuk dibawahnya yang “Gunakan Host File Yang Hilang” kamu biarkan saja..km langsung ja ke “Simpan Pengaturan”

* Selesai

Udah bisa kan,.

Tapi sabar dulu..proses aktivasi domain baru kamu akan diproses dalam beberapa jam atau bahkan bisa nyampe sehari lebih. Jadi klo saran dari sy, ketika kamu setting domain ini, lakukanlah pada saat sebelum tidur..karena, ketika proses aktivasi..blog kamu tidak akan bisa diakses karena masih dalam proses. Klo sebelum tidur kan nanti pas bangunnya..pagi2 kamu dah bisa akses blog kamu pake domain yang baru ini…g usah cape2 nunggu..dan yang penting, klo blog kamu dah punya traffic..kasian kan pengunjungnya g bisa akses blog kamu..he3.

Klo dah berhasil..blog kamu akan tetap bisa diakses pake alamat yang dulu Cuma akan langsung dialihkan oleh pihak bloggernya ke alamat domain yang baru tadi.

Kategori:pemprograman Tag:, ,

Apa saja Isi HTML 5?

Maret 30, 2011 Tinggalkan komentar

HTML 5…………………??????????

HTML 5 Today

Ternyata adopsi teknologi itu perlu waktu yang sangat lama. Di seputaran tahun 2000, seingat saya, adopsi HTML baru saja bertransisi ke versi 4. HTML was all about layout and formatting. Not anymore.

HTML 5 yang saat ini sudah mulai diimplementasikan oleh beberapa browser grade A akan membawa lebih dari sekedar fitur untuk layout dan format halaman. Beberapa di antaranya adalah Canvas dan Video.

Canvas

Dulu, untuk bisa memberikan interaksi menggambar di halaman web kita harus memakai applet Java atau Flash. HTML 5 akan memberikan satu opsi tambahan: canvas. Seperti namanya, canvas adalah media yang bisa dicorat-coret langsung. Tidak lagi perlu memuat plugin khusus. Cukup tambahkan <canvas> dan javascript maka kita sudah bisa menggambar langsung di halaman web. Sekarang Anda bisa berimaginasi sendiri, kira-kira apa saja yang orang lakukan dengan <canvas>. Apa yang sebelumnya jadi monopoli Flash dan aplet Java akan di-take-over oleh <canvas>.

Video dan Audio

Akan ada tag <audio> dan <video> di HTML 5. Jadi tidak perlu lagi menempelkan flash untuk sekedar memutar audio. Format video yang didukung akan bervariasi terhadap browser, kemungkinan besar codecnya adalah Ogg Theora (patent free) dan H.264. Sepertinya sampai sekarang codecnya masih jadi kontroversi.

Local Storage

Masih ingat Google Gears? Sekarang storage untuk browser akan diakomodasi sebagai standard dalam HTML 5. Aplikasi bisa menyimpan data dalam jumlah lebih besar dari biasanya tanpa harus mengimplementasikan trik dengan cookie atau Flash. Tentunya ini kabar baik bagi pengembang aplikasi web. Mungkin bisa meningkatkan performa aplikasi dengan menggunakan storage sebagai local cache. Coba liat detilnya di sini.

Web Workers

Yang ini juga sempat kita nikmati lewat Google Gears. Jika javascript biasanya yang kita nikmati di web kadangkala menyebabkan komputer kita melambat atau paling tidak membuat browser seperti sesak napas maka web worker akan bsia jadi pelega. Salah satu fitur web worker adalah threading. Kini javascript bisa dipakai untuk melakukan beberapa proses sekaligus tanpa harus menghambat proses terkait UI.

Semantics

Nah ini dia. Buat designer yang sering meng-abuse div dan span sebagia elemen nav, fret no more. Akan ada tag khusus untuk navigasi, section, footer, dll. Tag yang kaya semantic seperti ini pasti akan lebih bermanfaat dari pada tag yang hanya punya informasi format dan layout saja. Dan bagi mesin, HTML5 akan jadi lebih bisa dimengerti.

Tidak berhenti di situ saja, nantinya juga akan ada dukungan microformats yang lebih baik dari sekarang ini. Dukungan microformats ini akan memanfaatkan tag dan atribut baru yang diperkenalkan di HTML 5. Tentang microformats, bisa kita baca progress-nya di sini.

Browser Anda sudah siap untuk HTML 5? Test saja di sini.

Sumber:

http://www.navinot.com/2009/10/16/apa-saja-isi-html-5/

Kategori:pemprograman Tag:,

Membuat Kalender sederhana dengan Javascript

Maret 30, 2011 Tinggalkan komentar

bagi temen-temen  yang pengen buat kalender sendiri baik di blog,website atau buat pembaca yang lagi berburu tutorial tentang javascript mungkin tutorial  ini bisa membantu para pembaca..pada postingan kali ini saya akan menuliskan sedikit coding javascript untuk membuat kalender sederhana..buat para pembaca yang berminat untuk mencoba coding sederhana ini,silahkan copy coding dibawah ini, jangan liat capa yang Posting tp liat isi postingannya..

———————————————————————————————-

<BODY>
<CENTER>

<SCRIPT LANGUAGE=”JavaScript”>

<!– Begin
monthnames = new Array(
“January”,
“Februrary”,
“March”,
“April”,
“May”,
“June”,
“July”,
“August”,
“September”,
“October”,
“November”,
“Decemeber”);
var linkcount=0;
function addlink(month, day, href) {
var entry = new Array(3);
entry[0] = month;
entry[1] = day;
entry[2] = href;
this[linkcount++] = entry;
}
Array.prototype.addlink = addlink;
linkdays = new Array();
monthdays = new Array(12);
monthdays[0]=31;
monthdays[1]=28;
monthdays[2]=31;
monthdays[3]=30;
monthdays[4]=31;
monthdays[5]=30;
monthdays[6]=31;
monthdays[7]=31;
monthdays[8]=30;
monthdays[9]=31;
monthdays[10]=30;
monthdays[11]=31;
todayDate=new Date();
thisday=todayDate.getDay();
thismonth=todayDate.getMonth();
thisdate=todayDate.getDate();
thisyear=todayDate.getYear();
thisyear = thisyear % 100;
thisyear = ((thisyear < 50) ? (2000 + thisyear) : (1900 + thisyear));
if (((thisyear % 4 == 0)
&& !(thisyear % 100 == 0))
||(thisyear % 400 == 0)) monthdays[1]++;
startspaces=thisdate;
while (startspaces > 7) startspaces-=7;
startspaces = thisday – startspaces + 1;
if (startspaces < 0) startspaces+=7;
document.write(“<table border=2 bgcolor=white “);
document.write(“bordercolor=black><font color=black>”);
document.write(“<<tr><td colspan=7><center><strong>” + monthnames[thismonth] + ” ” + thisyear + “</strong></center></font></td></tr>”); document.write(“<tr>”);
document.write(“<td align=center>Su</td>”);
document.write(“<td align=center>M</td>”);
document.write(“<td align=center>Tu</td>”);
document.write(“<td align=center>W</td>”);
document.write(“<td align=center>Th</td>”);
document.write(“<td align=center>F</td>”);
document.write(“<td align=center>Sa</td>”);
document.write(“</tr>”);
document.write(“<tr>”);
for (s=0;s<startspaces;s++) {
document.write(“<td> </td>”);
}
count=1;
while (count <= monthdays[thismonth]) {
for (b = startspaces;b<7;b++) {
linktrue=false;
document.write(“<td>”);
for (c=0;c<linkdays.length;c++) {
if (linkdays[c] != null) {
if ((linkdays[c][0]==thismonth + 1) && (linkdays[c][1]==count)) {
document.write(“<a href=\”” + linkdays[c][2] + “\”>”);
linktrue=true;
}
}
}
if (count==thisdate) {
document.write(“<font color=’FF0000′><strong>”);
}
if (count <= monthdays[thismonth]) {
document.write(count);
}
else {
document.write(” “);
}
if (count==thisdate) {
document.write(“</strong></font>”);
}
if (linktrue)
document.write(“</a>”);
document.write(“</td>”);
count++;
}
document.write(“</tr>”);
document.write(“<tr>”);
startspaces=0;
}
document.write(“</table></p>”);
// End –>
</SCRIPT>
</CENTER>

Kategori:pemprograman

Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

Maret 24, 2011 2 komentar

Metode AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, seorang ahli matematika. Metode ini adalah sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-bagiannya, menata bagian atau variabel ini dalam suatu susunan hirarki, member nilai numerik pada pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel yang mana yang memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. Metode AHP ini membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan menstruktur suatu hirarki kriteria, pihak yang berkepentingan, hasil dan dengan menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau prioritas. Metode ini juga menggabungkan kekuatan dari perasaan dan logika yang bersangkutan pada berbagai persoalan, lalu mensintesis berbagai pertimbangan yang beragam menjadi hasil yang cocok dengan perkiraan kita secara intuitif sebagaimana yang dipresentasikan pada pertimbangan yang telah dibuat. (Saaty, 1993).

 

1. Menyusun Hirarki

Menurut Saaty, ada tiga prinsip dalam memecahkan persoalan dengan AHP, yaitu prinsip menyusun hirarki (Decomposition), prinsip menentukan prioritas (Comparative Judgement), dan prinsip konsistensi logis (Logical Consistency). Hirarki yang dimaksud adalah hirarki dari permasalahan yang akan dipecahkan untuk mempertimbangkan kriteria-kriteria atau komponenkomponen yang mendukung pencapaian tujuan. Dalam proses menentukan tujuan dan hirarki tujuan, perlu diperhatikan apakah kumpulan tujuan beserta kriteria-kriteria yang bersangkutan tepat untuk persoalan yang dihadapi. Dalam memilih kriteria-kriteria pada setiap masalah pengambilan keputusan perlu memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:

a. Lengkap

Kriteria harus lengkap sehingga mencakup semua aspek yang penting, yang digunakan dalam mengambil keputusan untuk pencapaian tujuan.

b. Operasional

Operasional dalam artian bahwa setiap kriteria ini harus mempunyai arti bagi pengambil keputusan, sehingga benar-benar dapat menghayati terhadap alternatif yang ada, disamping terhadap sarana untuk membantu penjelasan alat untuk berkomunikasi.

c. Tidak berlebihan

Menghindari adanya kriteria yang pada dasarnya mengandung pengertian yang sama.

d. Minimum

Diusahakan agar jumlah kriteria seminimal mungkin untuk mempermudah pemahaman terhadap persoalan, serta menyederhanakan persoalan dalam analisis.

 

Decomposition

Setelah persoalan didefinisikan maka perlu dilakukan decomposition, yaitu memecah persoalan yang utuh menjadi unsur-unsurnya. Jika ingin mendapatkan hasil yang akurat, pemecahan juga dilakukan terhadap unsur-unsurnya sehingga didapatkan beberapa tingkatan dari persoalan tadi. Karena alasan ini maka proses analisis ini dinamai hirarki (Hierarchy). Pembuatan hirarki tersebut tidak memerlukan pedoman yang pasti berapa banyak hirarki tersebut dibuat, tergantung dari pengambil keputusan-lah yang menentukan dengan memperhatikan keuntungan dan kerugian yang diperoleh jika keadaan tersebut diperinci lebih lanjut. Ada dua jenis hirarki, yaitu hirarki lengkap dan hirarki tidak lengkap. Dalam hirarki lengkap, semua elemen pada semua tingkat memiliki semua elemen yang ada pada tingkat berikutnya. Jika tidak demikian maka dinamakan hirarki tidak lengkap.

 

Comparatif Judgement

Prinsip ini berarti membuat penilaian tentang kepentingan relatif dua elemen pada suatu tingkat tertentu dalam kaitannya dengan tingkat yang diatasnya. Penilaian ini merupakan inti dari AHP, karena akan berpengaruh terhadap prioritas elemen-elemen. Hasil dari penilaian ini akan

ditempatkan dalam bentuk matriks yang dinamakan matriks pairwise comparison. Dalam melakukan penialaian terhadap elemen-elemen yang diperbandingkan terdapat tahapan-tahapan, yakni:

a. Elemen mana yang lebih (penting/disukai/berpengaruh/lainnya)

b. Berapa kali sering (penting/disukai/berpengaruh/lainnya)

Agar diperoleh skala yang bermanfaat ketika membandingkan dua elemen, perlu dipahami tujuan yang diambil secara umum. Dalam penyusunan skala kepentingan, Saat menggunakan patokan pada tabel berikut.

 

Dalam penilaian kepentingan relative dua elemen berlaku aksioma reciprocal, artinya jika elemen i dinilai 3 kali lebih penting dibanding j, maka elemen j harus sama dengan 1/3 kali pentingnya dibanding elemen i. Disamping itu, perbandingan dua elemen yang sama akan menghasilkan angka 1, artinya sama penting. Dua elemen yang berlainan dapat saja dinilai sama penting. Jika terdapat m elemen, maka akan diperoleh matriks pairwise comparison berukuran m x n. Banyaknya penilaian yang diperlukan dalam menyusun matriks ini adalah n(n-1)/2 karena matriks reciprocal dan elemen-elemen diagonalnya sama dengan 1.

 

Synthesis of Priority

Dari setiap matriks pairwise comparison kemudian dicari nilai eigen vectornya untuk mendapatkan local priority. Karena matriks-matriks pairwise comparison terdapat pada setiaptingkat, maka untuk mendapatkan global priority harus dilakukan sintesis antara local priority. Pengurutan elemen-elemen menurut kepentingan relatif melalui prosedur sintesis dinamakan priority setting.

 

Logical Consistency

Konsistensi memiliki dua makna, pertama adalah objek-objek yang serupa dapat dikelompokkan sesuai dengan keseragaman dan relevansi. Arti kedua adalah menyangkut tingkat hubungan antara objek-objek yang didasarkan pada kriteria tertentu.

 

Penggunaan Metode AHP

AHP dapat digunakan dalam memecahkan berbagai masalah diantaranya untuk mengalokasikan sumber daya, analisis keputusan manfaat atau biaya, menentukan peringkat beberapa alternatif, melaksanakan perencanaan ke masa depan yang diproyeksikan dan menetapkan prioritas pengembangan suatu unit usaha dan permasalahan kompleks lainnya. Secara umum, langkah-langkah dasar dari AHP dapat diringkas dalam penjelasan berikut ini:

1. Mendefinisikan masalah dan menetapkan tujuan. Bila AHP digunakan untuk memilih alternatif atau penyusunan prioritas alternatif, maka pada tahap ini dilakukan pengembangan alternatif.

2. Menyusun masalah dalam struktur hirarki. Setiap permasalahan yang kompleks dapat ditinjau dari sisi yang detail dan terstruktur.

3. Menyusun prioritas untuk tiap elemen masalah pada tingkat hirarki. Proses ini menghasilkan bobot elemen terhadap pencapaian tujuan, sehingga elemen dengan bobot tertinggi memiliki prioritas penanganan. Langkah pertama pada tahap ini adalah menyusun perbandingan berpasangan yang ditransformasikan dalam bentuk matriks, sehingga matriks ini disebut matriks perbandingan berpasangan.

C merupakan kriteria dan memiliki n dibawahnya, yaitu A1 sampai dengan An. Nilai perbandingan elemen Ai terhadap elemen Aj dinyatakan dalam aij yang menyatakan hubungan seberapa jauh tingkat kepentingan Ai bila dibandingkan dengan Aj. Bila nilai aij diketahui, maka secara teoritis nilai aji adalah 1/aij, sedangkan dalam situasi i=j adalah mutlak 1. Nilai numerik yang dikenakan untuk perbandingan diatas diperoleh dari skala perbandingan yang dibuat oleh Saaty pada tabel diatas. Untuk menyusun suatu matriks yang akan diolah datanya, langkah pertama yang dilakukan adalah menyatukan pendapat para responden melalui rata-rata geometrik yang secara sistematis ditulis sebagai berikut:

Aij = (Z1,Z2,Z3,…,Zn)1/n

Dimana aij menyatakan nilai rata-rata geometrik, Z1 menyatakan nilai perbandingan antar kriteria untuk responden ke 1, dan n menyatakan jumlah partisipan. Pendekatan yang dilakukan untuk memperoleh nilai bobot kriteria adalah dengan langkah-langkah berikut:

a. Menyusun matriks perbandingan

 

b. Matriks perbandingan hasil normalisasi

 

4. Melakukan pengujian konsistensi terhadap perbandingan antar elemen yang didapatkan pada tiap tingkat hirarki. Konsistensi perbandingan ditinjau dari per matriks perbandingan dan keseluruhan hirarki untuk memastikan bahwa urutan prioritas yang dihasilkan didapatkan dari suatu rangkaian perbandingan yang masih berada dalam batas-batas preferensi yang logis. Setelah melakukan perhitungan bobot elemen, langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian konsistensi matriks. Untuk melakukan perhitungan ini diperlukan bantuan table Random Index (RI) yang nilainya untuk setiap ordo matriks dapat dilihat pada tabel berikut ini:

 

Dengan tetap menggunakan matriks diatas, pendekatan yang digunakan dalam pengujian konsistensi matriks perbandingan adalah:

a. Melakukan perkalian antara bobot elemen dengan nilai awal matriks & membagi jumlah perkalian bobot elemen & nilai awal matriks dengan bobot untuk mendapatkan nilai eigen.

 

b. Mencari nilai matriks

Nilai matriks merupakan nilai rata-rata dari nilai eigen yang didapatkan dari perhitungan sebelumnya.

 

c. Mencari nilai Consistency Index (CI)

 

d. Mencari nilai Consistency Ratio (CR)

 

Suatu matriks perbandingan disebut konsisten jika nilai CR < 0,10.

5. Melakukan pengujian konsistensi hirarki. Pengujian ini bertujuan untuk menguji kekonsistensian perbandingan antara kriteria yang dilakukan untuk seluruh hirarki. Total CI dari suatu hirarki diperoleh dengan jalan melakukan pembobotan tiap CI dengan prioritas elemen yang berkaitan dengan faktorfaktor yang diperbandingkan, dan kemudian menjumlahkan seluruh hasilnya. Dasar dalam membagi konsistensi dari suatu level matriks hirarki adalah mengetahui konsistensi indeks (CI) dan vektor eigen dari suatu matriks perbandingan berpasangan pada tingkat hirarki tertentu.

 

dimana,

CR Hij = Rasio konsistensi hirarki dari matriks perbandingan berpasangan matriks i hirarki pada tingkat j yang dikatakan konsistensi jika nilainya <10%.

CI Hij = Indeks konsistensi hirarki dari matriks perbandingan i pada tingkat j.

RI Hij = Indeks random hirarki dari matriks perbandingan berpasangan i pada hirarki tingkat j.

CIi,j = Indeks konsistensi dari matriks perbandingan berpasangan i pada hirarki tingkat j.

EVi,j = Vektor eigen dari matriks perbandingan berpasangan i pada hirarki tingkat j yang berupa vektor garis.

CIi,j + 1 = Indeks konsistensi dari matriks perbandingan berpasangan yang dibawahi matriks i pada hirarki tingkat j+1 berupa vektor kolom.

RIi,j = Indeks random dari matriks perbandingan berpasangan i hirarki pada tingkat j.

RIi,j + 1 = Indeks rasio dari orde matriks perbandingan berpasangan yang dibawahi matriks i pada hirarki tingkat j+1 berupa vektor kolom.

Kategori:pemprograman Tag:, ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.