Beranda > KEAMANAN KOMPUTER > Data Encryption Standard (DES)

Data Encryption Standard (DES)

1. PENDAHULUAN

Data Encryption Standard (DES) telahdigunakan sejak pertengahan tahun 1970-an. Karenahanya menggunakan kunci 56 bit, maka DESdianggap kurang aman dan akhirnya digantikan olehAdvanced Encryption Standard (AES) sejak tahun2001. Namun karena DES telah banyak ditanamkanke dalam jutaan perangkat keras dan lunak, makaDES tidak dibuang begitu saja. Namun agar DES dapat digunakan dengan aman, DES yang digunakan adalah Triple DES (TDES), yang mana algoritmaDES dijalankan 3 kali terhadap suatu plaintext.Enkripsi dapat berupa (EK3(EK2(EK1(P)))) bila digunakan tiga kunci 168 bit. Dengan demikian tingkat keamanan TDES cukup aman jika dibandingkan dengan AES.

2. METODE

DES termasuk ke dalam sistem kriptografi simetri dan tergolong jenis cipher blok. DES dirancang untuk melakukan enchiper dan dechiper data yang berisi 56 bit dibawah kendali 56 bit kunci internal atau upakunci. Dalam melakukan dechiper harus dilakukan dengan menggunakan kunci yang sama dengan saat proses enchiper tetapi sat melakukan dechiper pemberian alaman berubah sehingga proses dechiper merupakan kebalikan dari proses enchiper. Sejumlah data yang akan di enchiper disebut sebagai permutasi awal atau initial permutation (IP). Komputasi key – dependent didefinisikan sebagai fungsi f sebgai fungsi chipper dan function KS sebagai key schedule. Deskripsi dari komputasi diberikan pertama, bersama dengan detail bagaimana algoritma digunakan dalam proses enchiper. Selanjutnya, penggunaan algoritma untuk proses dechiper dideskripsikan. Pada akhirnya, sebuah definisi chipper fungsi f diberikan dalam bentuk fungsi primitive yang disebut fungsi seleksi Si dan fungsi permutasi P.

3. Skema Global DES

Pada awalnya, blok plainteks dipermutasi dengan matriks permutasi awal (initial permutation atau IP). Hasil dari permutasi awal tersebutkemudian di enchiper sebanyak 16 kali atau 16 putaran. Setiap putarannya menggunakan kunci internal yang berbeda. Hasil dari proses enchiper kembali dipermutasi dengan matriks permutasi balikan (invers initial permutation atau IP-1 ) menjadi blok cipherteks. Plainteks

Dalam proses enchiper, blok plainteks terbagimenjadi dua bagian yaitu bagian kiri (L) dan bagian kanan (R), yang masing masing memiliki panjang 32 bit. Pada setiap putaran i, blok R merupakan masukan untuk fungsi transformasi fungsi f. Pada fungsi f, blok R dikombinasikan dengan kunci internal Ki. Keluaran dari fungsi ini di XOR kan dengan blok L yang langsung diambil dari blok R sebelumnya. Ini merupakan 1 putaran DES. Secara matematis, satu putaran DES dinyatakan

sebagai berikut :

Li = Ri – 1

Ri = Li – 1 ⊕ f(Ri – 1, Ki)

Gambar 2 memperlihatkan skema algoritma DES yang lebih rinci dan jelas.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: