Beranda > Wireless Communigation > Konsep Seluler

Konsep Seluler

A. Konsep Seluler

Konsep seluler hingga saat ini dapat dikatakan sebagai penyelesaian yang terbaik untuk mengatasi masalah terbatasnya spektrum frekuensi dan kapasitas pelanggan. Pada konsep ini ditawarkan kapasitas yang sangat tinggi dalam alokasi spektrum yang terbatas tanpa perubahan teknologi yang amat besar. Konsep dasarnya adalah mengganti pengirim tunggal berdaya tinggi dengan beberapa pengirim berdaya lebih rendah yang masing-masing melayani daerah cakupan yang lebih kecil. Daerah pelayanan yang lebih kecil ini disebut sel. Pada tiap-tiap sel ini dialokasikan sejumlah kecil kanal dari keseluruhan kanal yang ada, sehingga keseluruhan kanal yang dimiliki sistem tersebut terbagi-bagi dalam sel-sel yang ada. Interferensi antar stasiun basis dapat diminimalkan jika stasiun basis yang berdekatan menggunakan grup kanal yang berbeda. Dengan memisahkan stasiun-stasiun basis dan grup-grup kanal denngan cara yang sistematis, kanal-kanal didistribusikan dan digunakan berulang kali. Dalam hal ini interferensi antar stasiun ko-kanal harus tetap rendah. Stasiun ko-kanal adalah stasiun-stasiun yang menggunakan frekuensi yang sama.

B. Frequency Reuse.

Penggunaan frekuensi yang sama pada sel yang berbeda pada waktu yang bersamaan oleh beberapa pengguna merupakan inti dari komunikasi selular.

Pada konsep frequency reuse, suatu kanal frekuensi tertentu dapat melayani beberapa panggilan pada waktu yang bersamaan. Maka dapat dikatakan penggunaan spektrum frekuensi yang efisien dapat dicapai. Semua frekuensi yang tersedia dapat digunakan oleh tiap-tiap sel, sehingga dapat mencapai kapasitas jumlah pemakai yang besar menggunakan pita frekuensi yang efektif.

Gambar Frekuensi Reuse

Pada frequency reuse, penggunaan kanal tidak tergantung pada frequency carrier yang sama untuk beberapa wilayah cakupan.

Pada gambar 2.3. dapat dilihat penggunaan ulang kanal frekuensi, pada sel a yang menggunakan kanal radio f1 mempunyai radius R dapat digunakan ulang pada sel yang berbeda dengan jangkauan yang sama pada jarak D dari sel yang sebelumnya.

Gambar Konsep Frekuensi Reuse

Konsep frequency reuse dapat meningkatkan efisiensi pada penggunaan spektrum frekuensi, akan tetapi harus diikuti dengan pola tertentu dan teratur agar tidak terjadi interferensi kanal.

Tujuan frequency reuse:

• Menambah kapasitas dalam jaringan seluler

• Penggunaan band frekuensi yang sama.

Contoh: frekuensi : 100 KHz – 500 KHz

Misal dibagi menjadi 4 band frekuensi:

1. 100 – 200 KHz: bandwithnya adalah 100 KHz

2. 200 – 300 KHz: bandwithnya adalah 200 KHz

3. 300 – 400 KHz: bandwithnya adalah 300 KHz

4. 400 – 500 KHz: bandwithnya adalah 400 KHz

Sektorisasi

C. Channel assignment strategy

 Fixed channel assignment

o Sel dialokasikan dengan grup kanal yang sudah ditentukan

o Setiap panggilan di dalam sel harus menggunakan satu kanal yang tidak digunakan yang sudah disiapkan dalam sel

o Jika seluruh kanal telah digunakan, maka panggilan selanjutnya di-blok (digagalkan) Strategi Pinjaman

o Jika sebuah sel tidak punya kanal yang kosong, bisa meminjam beberapa dari sel tetangganya.

o MSC mengontrol proses peminjaman ini

o Peminjaman tidak boleh menyebabkan interferensi pada donor sel

 Dynamic channel assignment

o Kanal voice tidak ditentukan secara permanen di sel

o BS me-request kanal dari MSC jika ada panggilan yang dibuat

o MSC meng-alokasikan kanal untuk panggilan,berdasarkan algoritma dengan pertimbangan-pertimbangan :

 Probabilitas future blocking di dalam sel

 Frekuensi yang digunakan kanal kandidat

 Jarak reuse kanal

o MSC memberikan kanal yang tidak menyebabkan interferensi dengan panggilan yang sedang berlangsung

o Dynamic Channel Assignment :

 Mengurangi probabilitas blocking

 Menaikkan utilitas kanal

 Memerlukan penambahan penyimpanan dan beban komputasional di MSC

 Hybrid Channel Assigment (HCA)

o Penggabungan antara FCA dengan DCA

o Membutuhkan transceiver lebih sedikit dari pada DCA

o Save CPU-time

o Jika terjadi heavy-loaded FCA yang akan digunakan. 4. FCA wi

 Fixed channel assignment With Boerrowing

o Melakukan peminjaman FCA pada BTS yang sama-sama menerapkan strategi channel FCA

Gambar Flowchart Dari FCA with Borrowing

D. HANDOFF

Pengrtian handoff adalah suatu peristiwa perpindahan kanal/channel dari MS (mobile station) tanpa terjadi pemutusan hubungan dan tanpa campur tangan pemakai. Handoff tidak berbeda dengan handover kecuali istilah hanoff digunakan di Amerika sedangkan handoverdigunakan di Eropa. Peristiwa handover “”umumnya” terjadi karena pergerakan MS sehingga keluar dari jangkauan cell awal sehingga masuk ke cell baru.

Pada komunikasi bergerak, setiap user memiliki tingkat mobilitas yang tinggi. Ada kemungkinan user bergerak dari satu sel menuju sel lain yang memakai pasangan frekuensi yang berbeda ketika sedang terjadi percakapan. Untuk menjamin bahwa pembicaraan akan terus tersambung diperlukan fasilitas handoff yaitu proses otomatis pergantian frekuensi ketika mobile station bergerak ke dalam daerah atau sel yang mempunyai kanal dengan frekuensi berbeda dengan sel sebelumnya, sehingga pembicaraan dijamin akan terus tersambung tanpa perlu melakukan pemanggilan kembali atau inisialisasi ulang.

Ketika mobil station mulai melakukan panggilan di dalam sel#1 yang berfrekuensi F1 kemudian bergerak memasuki sel#2 C2, maka harus terdapat proses otomatis yang melakukan pemindahan frekuensi yang dipakai dari F1 ke F2 tanpa campur tangan pemakai agar panggilan dapat terus tersambung, begitu seterusnya jika mobil station bergerak ke sel yang berbeda.

 Intersektor atau Softer Handoff

Terjadi ketika MS (mobile station) berkomunikasi pada dua sector dalam satu sel.

 Intercell atau Soft Handoff

Terjadi ketika MS (mobile station) berkomunikasi pada dua atau tiga sektor dari sel yang berbeda. BS (Base Station) yang memiliki kontrol langsung pada MS tersebut dinamakan BS primer dan yang tidak memiliki kontrol langung disebut BS sekunder.

 Soft-softer handoff

Terjadi ketika suatu MS berkomunikasi pada dua sektor dari suatu sel dan satu sektor dari sel lainnya.Pada keadaan ini akan terjadi soft handoff antar sel dan softer handoff dalam satu sel.

• Sebuah link di set up ke BS yang baru, sebelum me-release link yang lama Æ meyakinkan keandalan

• Namun, mobile terminal harus mampu berkomunikasi dengan dua BS yang berbeda dalam waktu yang sama Æ menaikkan kompleksitas

• Digunakan pada IS-95 CDMA-based systems

 Hard handoff

Tipe ini menggunakan metode break before make yang berarti harus terjadi pemutusan hubungan dengan kanal trafik lama sebelum terjadi hubungan baru. Hard handoff dilakukan untuk menangani transisi antar CDMAone dan CDMA2000 ketika menggunakan carrier yang berbeda

• Digunakan di hampir semua sistim seluler

• Relatif lebih mudah dari soft handoff, karena link dari BS lama di-release sebelum penetapan dengan link dari BS yang baru

• Namun tingkat keandalannya lebih rendah daripada soft handoff

E. INTERFERENSI DAN KAPASITAS SISTEM

Interferensi merupakan faktor keterbatan utama dalam unjuk kerja sistem radio seluler. Sumber interferensi dapat berupa pemakai lain dalam sel yang sama, komunikasi yang sedang berlangsung pada sel yang berdekatan, stasiun basis lain yang bekerja pada pita frekuensi yang sama, atau sistem nonseluler yang membocorkan dayanya ke dalam pita frekuensi yang digunakan oleh sistem seluler. Interferensi pada kanal suara akan menimbulkan cakap silang dimana pemakai mendengar interferensi karena pengaruh transmisi yang tidak diinginkan. Didalam kanal pengendali, interferensi akan menyebabkan kegagalan panggilan karena kesalahan pensinyalan digital.

Jenis-jenis interferensi :

 Co-channel interference (Interferensi Ko-Kanal)

Dengan penggunaan ulang frekuensi maka di dalam suatu daerah pelayanan seluler terdapat beberapa sel yang menggunakan frekuensi yang sama.

 Adjacent channel interference (Interferensi Kanal yang Berdekatan)

Interferensi yang diakibatkan oleh sinyal-sinyal pada frekuensi yang berdekatan disebut interferensi kanal yang berdekatan (adjacent channel).

F. Efisiensi trunking Grade of Service (GOS)

Untuk membandingkan efisiensi sistem dalam menggunakan spektrum frekuensi untuk melayani servis – servis maka perlu diperhitungkan juga efisiensi trunking. Efisiensi trunking adalah perbandingan antara jumlah rata – rata panggilan terhadap jumlah maksimum panggilan (Jumlah panggilan yang memasuki sistem). Efisiensi trunking digunakan untuk mengukur keefisiensian dari sistem dan dapat mengetahui kapasitas relatif antara sistem wideband dan narrowband. Grade Of Service adlah sebuah probalilitas dalam jaringan swluler yaitu dapat menghitung probabilitas terjadinya bloking jika diketahui besarnya trafik dan jumlah link. Probalitas tersebut disebut juga Grade of Service (GoS) yang menungjukan kualitas jaringan. Semakin kecil GoS berarti kualitas jaringan dalam melayani pelanggan semakin baik.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: